Bacanesia.com

Baca Berita Indonesia

Napak Tilas Alfano Wiklif Susu: Dari PAC Maba, DPRD, hingga Sekretaris DPC Demokrat Haltim

Bacanesia.com Rifa sadjidin
Foto: M.A.Haliun, Mantan Bendahara Partai Demokrat Halmahera Timur, Selasa (29/9/2026) istimewa.

“Yang tersisa adalah jejak yang pernah ditinggalkan”

 

Oleh: M.A.Haliun,SS

(Mantan Bendahara DPC Partai Demokrat Halmahera Timur)

Bacanesia.com,HALTIM-Kepergian Alfano Wiklif Susu meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi. Di usia yang masih sangat muda, 37 tahun, perjalanan hidup dan pengabdiannya harus terhenti.

Namun, bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya di dunia politik, nama Alfano akan selalu menjadi bagian dari perjalanan panjang Partai Demokrat di Kabupaten Halmahera Timur.

Alfano bukanlah sosok yang tiba-tiba muncul di panggung politik. Ia memulai perjalanan dari bawah, dari lingkungan partai di tingkat kecamatan. Langkah awalnya dimulai ketika dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Maba.

Dari posisi itulah pengalaman politik Alfano mulai ditempa. Ia berhadapan langsung dengan masyarakat, membangun komunikasi, mendengar aspirasi dan memahami dinamika politik di tingkat akar rumput. Bagi Alfano, politik bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang bagaimana hadir dan bekerja bersama masyarakat.

Perjalanan dari PAC kemudian membawanya ke panggung politik yang lebih besar. Alfano dipercaya menjadi salah satu kader Partai Demokrat yang mewakili suara masyarakat di lembaga legislatif Kabupaten Halmahera Timur. Ia kemudian duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur melalui Fraksi Partai Demokrat.

Menjadi anggota DPRD di usia relatif muda tentu bukan perjalanan yang sederhana. Di lembaga legislatif, Alfano harus berhadapan dengan berbagai persoalan daerah, kepentingan masyarakat, serta dinamika politik yang terus berubah. Pengalaman yang ia bangun sejak tingkat kecamatan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Bagi mereka yang mengenalnya sejak awal, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa Alfano tumbuh melalui proses. Dari PAC, kemudian dipercaya menjadi anggota DPRD, hingga akhirnya mendapat kepercayaan lebih besar di internal partai.

Setelah menjalani masa pengabdian sebagai anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur, kiprah Alfano di Partai Demokrat tidak berhenti. Ia tetap berada di dalam barisan partai dan dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Timur.

Jabatan tersebut menjadi amanah terakhir yang diembannya dalam perjalanan politik. Sebagai sekretaris DPC, Alfano berada dalam lingkaran penting organisasi partai di tingkat kabupaten. Ia ikut menjalankan roda organisasi, menjaga komunikasi antarkader, serta terlibat dalam berbagai agenda politik dan kelembagaan Partai Demokrat di Halmahera Timur.

Jika perjalanan itu ditarik kembali ke awal, ada sebuah garis panjang yang menggambarkan proses seorang kader: dari Ketua PAC Kecamatan Maba, kemudian menjadi anggota DPRD Kabupaten Halmahera Timur dari Fraksi Partai Demokrat, hingga dipercaya sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Timur.

Semua itu berlangsung dalam rentang usia yang relatif singkat. Alfano pergi ketika usianya baru 37 tahun. Usia yang bagi sebagian orang mungkin baru menjadi awal dari perjalanan panjang. Tetapi bagi Alfano, perjalanan itu telah meninggalkan jejak yang cukup berarti bagi keluarga, sahabat, kader partai, dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

Kini, kursi dan jabatan yang pernah diembannya mungkin akan berganti. Organisasi akan terus berjalan, politik akan terus bergerak, dan generasi baru akan datang. Namun, cerita tentang seorang kader yang memulai langkah dari tingkat kecamatan hingga dipercaya menjadi bagian dari DPRD dan struktur pimpinan partai akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan Partai Demokrat di Halmahera Timur.

Alfano Wiklif Susu telah pergi. Tetapi jejak pengabdiannya tidak serta-merta hilang. Dari Maba, tempat ia memulai perjalanan politiknya, hingga panggung DPRD dan kemudian di DPC Partai Demokrat Halmahera Timur, namanya telah menjadi bagian dari sebuah perjalanan yang pernah ia jalani dengan penuh keyakinan.

Perjalanan Alfano mengajarkan satu hal sederhana: tidak ada yang pernah benar-benar tahu seberapa panjang jalan yang diberikan kepadanya. Ia memulai dari Kecamatan Maba, menapaki jalan politik hingga DPRD Kabupaten Halmahera Timur, lalu harus mengakhiri perjalanan itu pada usia yang masih sangat muda.

Pada akhirnya, napak tilas tentang Alfano bukan sekadar catatan mengenai jabatan yang pernah diemban. Ini adalah cerita tentang seorang anak muda yang memulai dari bawah, diberi kepercayaan, tumbuh dalam proses, dan kemudian pergi terlalu cepat.

Alfano Wiklif Susu telah pergi. Tetapi namanya tidak serta-merta berhenti pada hari kepergiannya. Ia tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan politik Halmahera Timur dan kenangan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.

Selamat jalan, Alfano Wiklif Susu. Perjalananmu telah selesai, tetapi jejak yang kau tinggalkan akan tetap menjadi bagian dari cerita perjalanan politik dan pengabdian di Halmahera Timur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini