ANTAM Group Panen Perdana Ayam Pedaging dan Petelur melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Haltim, Pemkab Siapkan Dokter Hewan

Arman Rasid Am Aswad
Komitmen ANTAM Group dorong penguatan ekonomi masyarakat di Halmahera Timur, Selasa (29/9/2026) Bacanesia.com.

Bacanesia.com,HALTIM-ANTAM Group melalui PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan melalui program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan sektor peternakan unggas dalam program Integrated Farming, yang ditandai dengan pelaksanaan panen perdana ayam pedaging dan ayam petelur di Desa Geltoli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur.

Program ini dirancang untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Pengembangan peternakan unggas dipilih berdasarkan hasil pemetaan sosial dan komunikasi yang dilakukan bersama masyarakat sejak 2024, dengan mempertimbangkan potensi sumber daya manusia, sumber daya alam, serta peluang pasar di wilayah setempat.

Ketua Tim Pendamping Program Peternakan Unggas PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara, Jamaruddin Jamar, mengatakan pengembangan program tersebut dilakukan melalui proses yang bertahap dan berbasis pada pemetaan potensi masyarakat.

“Program ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sejak 2024 kami telah melakukan pemetaan sosial dan meeting untuk melihat berbagai potensi yang ada di wilayah Kecamatan Maba,” kata Jamaruddin di sela kegiatan panen perdana, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, pemetaan dilakukan pada sejumlah desa, terutama desa-desa yang menjadi wilayah binaan ANTAM. Dari proses tersebut, peternakan unggas menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan karena didukung oleh potensi sumber daya lokal dan kebutuhan pasar.

“Kami memetakan potensi yang ada di 10 desa di Kecamatan Maba, khususnya enam desa binaan. Dari pemetaan tersebut terlihat bahwa potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia cukup mendukung untuk pengembangan peternakan unggas,” jelasnya.

Pengembangan program tidak hanya diarahkan pada ayam pedaging dan ayam petelur. Ke depan, peluang pengembangan komoditas unggas lainnya, seperti ayam kampung dan bebek, juga terbuka dengan menyesuaikan karakteristik, kebutuhan, dan potensi masing-masing wilayah.

Jamaruddin mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa.

“Secara ekonomi, program ini diharapkan memberikan nuansa baru bagi masyarakat. Pemberdayaan ini diharapkan dapat membuka sumber pendapatan alternatif dan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha peternakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, panen perdana merupakan salah satu tahapan awal dari proses pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan keberlanjutan serta penguatan kapasitas kelompok.

“Kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini. Panen perdana ini adalah sebuah pilot project yang harus terus dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Jamaruddin, pengembangan tahap berikutnya dapat diarahkan ke desa-desa binaan ANTAM lainnya, di antaranya Desa Sailal, Gamesan, Buli, Baburino, dan Pekaulan. Perluasan program akan tetap mempertimbangkan kesiapan kelompok masyarakat, potensi lokal, serta peluang pasar.

“Harapannya program ini dapat diturunkan dan dikembangkan di desa-desa binaan lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat bahwa peternakan unggas memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pemkab Haltim Siapkan Dokter Hewan

Dukungan terhadap pengembangan peternakan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur, Muhammad Abdullah, mengatakan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian telah menyediakan tenaga dokter hewan yang dapat mendukung penanganan kesehatan ternak masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan bagi kita semua lewat kolaborasi ini. Ketersediaan dokter hewan sangat membantu. Apabila ada hewan ternak yang mengalami penyakit, bisa segera ditangani dan diobati,” kata Muhammad Abdullah saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur saat ini telah mengontrak dokter hewan untuk mendukung pelayanan kesehatan hewan. Menurutnya, kolaborasi dengan ANTAM Group dapat menjadi bagian penting dalam memastikan aspek kesehatan ternak turut mendapatkan perhatian dalam pengembangan usaha peternakan masyarakat.

“Kami sudah mengontrak dokter hewan. Apabila ada kendala terkait penyakit ternak, bisa dihubungi dengan terlebih dahulu menginformasikan lewat surat ke Dinas Pertanian. Saya kira kolaborasi yang pertama ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Bangun Ekosistem Usaha Peternakan

Melalui program Integrated Farming, ANTAM Group mendorong pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada kegiatan produksi semata. Program diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang mencakup penguatan kapasitas masyarakat, produksi, pengelolaan usaha, kesehatan ternak, hingga akses pasar.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat desa.

Panen perdana di Desa Geltoli menjadi salah satu momentum awal untuk melihat hasil implementasi program sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan program peternakan unggas di wilayah lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur Muhammad Abdullah, Camat Maba, Ketua APDESI, jajaran manajemen PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara, serta manajemen PT Nusa Karya Arindo (NKA), PT Sumberdaya Arindo (SDA), dan PT Feni Haltim (FHT).

Turut hadir Kapolsek Maba AKP Fegy Hendra Larumunde, Danramil 1505-03/Maba Kapten Inf. Stenly Matheos, para kepala desa, kelompok masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

ANTAM Group terdiri dari PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara, PT Nusa Karya Arindo, PT Sumberdaya Arindo, dan PT Feni Haltim. Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, ANTAM Group terus mendorong program pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan potensi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, serta terciptanya aktivitas ekonomi produktif yang dapat berkembang secara berkelanjutan di wilayah sekitar operasional perusahaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini