Dugaan Korupsi Mantan Kepsek SMAN 6 Haltim Gunakan Anggaran PIP Ratusan Juta, Untuk Apa?
Bacanesia.com,HALTIM-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku Utara, Tufan Baba, menyoroti kasus dugaan korupsi anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) SMA Negeri 6 Halmahera Timur yang menyeret nama La Siali mantan kepala sekolah tersebut.
Pasalnya, mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Halmahera Timur tersebut diduga menjadi otak dibalik anggaran PIP 2023 sampai 2025 tidak tersalur ke siswa-siswi selaku penerima manfaat.
Total anggaran PIP yang diduga tidak disalurkan kepada penerima oleh La Siali mencapai lebih dari Rp 440. 900.000.
Ia dikabarkan tidak menyalurkan dana PIP yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada total 391 siswanya sebagai penerima sepanjang tiga tahun berturut-turut.
Hal itu justru dipertanyakan oleh DPD IMM Maluku Utara, karena anggaran PIP yang diduga disalahgunakan oleh mantan kepala sekolah tersebut, untuk kepentingan pribadi harusnya ditelusuri oleh aparat penegak hukum (APH) dan pihak Inspektorat Maluku Utara.
Bahkan Tufan mendesak agar keterlibatan Kejaksaan Tinggi bersama Polda Maluku Utara agar segera mengusut modus di balik anggaran PIP yang tidak disalurkan oleh La Siali.
“Ini anggaran PIP yang harusnya tidak boleh disalah gunakan oleh oknum guru, apalagi mantan kepala sekolah. Anggaran itu harus diberikan secara utuh tanpa ada potongan apalagi tidak disalurkan sama sekali selama tiga tahun berturut-turut. La Siali harus di periksa untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tegas Ketua DPD IMM Malut.
Seraya menegaskan, pihaknya Inspektorat Maluku Utara dan APH harus mengambil langka tegas memeriksa kepada La Siali tanpa harus menunggu laporan.
“Kami secara tegas mendesak kepada Inspektorat Maluku Utara, Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Polda Maluku Utara agar secepatnya mengambil langkah tegas. Menyelidiki kasus PIP SMA Negeri 6 Haltim yang diduga disalah gunakan oleh La Siali selaku mantan kepala sekolah,”imbuhnya.
Sementara mantan Kepsek SMAN 6 Haltim La Siali tak merespon beberapa hal penting yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp terkait dana PIP yang terkonfirmasi 2023 sampai 2025 sepanjang tiga tahun berturut-turut tidak disalurkan.
Namun ia hanya beralasan sudah disalurkan tapi tidak merinci PIP tahun berapa. Sementara informasi yang dihimpun wartawan, bahwa dana PIP yang sebagian sempat disalurkan oleh La Siali adalah hasil dari uang yang ia ganti setelah meleasing asetnya.
Sementara kabar yang beredar, anggaran PIP yang mencapai ratusan juta tidak disalurkan kepada penerima manfaat, justru La Siali gunakan untuk kebutuhan pribadi.(*)



Tinggalkan Balasan