Kecam Dugaan Intimidasi Kader GMNI Malut, Paulus Gulo: Mabes Polri Evaluasi Kapolda dan Wadir Intelkam

Zubair S. Muin Am Aswad
Advokat Paulus Gulo.SH. MH. C.Md. C.vapol kecamatan dugaan intimidasi salah satau kader GMNI Maluku Utara, Jumat (10/4/2026) ist.

Bacanesia.com,Malut-Advokat Paulus Gulo mengecam keras dugaan tindakan intimidatif yang dilakukan oleh oknum pejabat kepolisian terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara.

Dugaan intimidasi tersebut disebut melibatkan Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Maluku Utara, yang dinilai telah menyampaikan narasi bernuansa ancaman kepada kader organisasi mahasiswa.

Dalam keterangannya, Paulus yang juga merupakan alumni GMNI menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menilai tindakan yang mengarah pada intimidasi terhadap mahasiswa merupakan kemunduran dalam kehidupan demokrasi.

“Sebagai bagian dari keluarga besar GMNI, saya sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan intimidatif terhadap kader kami. Ini tidak boleh dibiarkan karena mencederai nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat,”tegasnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, GMNI merupakan organisasi dengan sejarah panjang dalam perjuangan bangsa. Karena itu, menurutnya, tidak pantas jika kontribusi organisasi tersebut dipertanyakan.

“Jangan pernah mempertanyakan kontribusi GMNI. Kami juga berdarah-darah dalam memperjuangkan bangsa ini. Sejarah mencatat peran besar kader-kader GMNI dalam menjaga dan membangun negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Paulus mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Mabes Polri, untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi terhadap Kapolda Maluku Utara dan Wadir Intelkam.

“Kami mendesak Mabes Polri untuk segera mengevaluasi Kapolda dan Wadir Intelkam Polda Maluku Utara. Kepolisian harus menjadi pelindung masyarakat, bukan sebaliknya menimbulkan rasa takut,”katanya.

Ia juga menyerukan agar segala bentuk intimidasi terhadap kader GMNI maupun organisasi mahasiswa lainnya segera dihentikan.

“Stop intimidasi terhadap kader kami. Ruang demokrasi harus dijaga bersama, dan mahasiswa tidak boleh dibungkam,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini