ANTAM Action Pelatihan Coconet dan Produk Turunan, Penguatan Kapasitas Kelompok Binaan TNAL
Bacanesia.com,HALTIM-Lembaga Fagalgali Jaya menggelar pelatihan pembuatan coconet dan cocopot untuk dua kelompok binaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL).
Dua kelompok terdiri diantaranya, Kelompok Gau dan Kelompok Baburino. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara PT ANTAM Tbk dan TNAL dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Pelatihan yang difasilitasi oleh CSR ANTAM ini melibatkan 50 partisipan yang terdiri dari anggota Kelompok Gau dan Kelompok Baburino sebagai peserta pelatihan, serta Kelompok Fagalgali Jaya sebagai fasilitator dan narasumber, Jumat (21/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi SPTN Wilayah II Maba TNAL, Irfandy Aznur, serta perwakilan dari tim Environment ANTAM, PT SDA, dan PT NKA.
Berlokasi di Sentra Produksi Coconet Lembaga Fagalgali Jaya di Dusun Gau, Desa Geltoli, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengolah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah.
Kumala Sari sebagai Ketua Fagalgali Jaya mengatakan, bahwa giat pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan secara kolaboratif dan Fagalgali siap menjadi pusat pembelajaran untuk pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan pengembangan usaha kelompok dengan memanfaatkan potensi lokal di wilayah kita. Kami berharap kegiatan pelatihan ini tidak berhenti sampai disini, kami siap turun langsung ke lokasi, bersama-sama dengan kelompok-kelompok di desa lain,”jelasnya.
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari realisasi Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2025 ANTAM-TNAL yang menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Selain itu, pelatihan ini juga dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan coconet sebagai material reklamasi pascatambang serta peluang pengembangan usaha baru bagi kelompok masyarakat.
Metode pelatihan meliputi sesi berbagi pengetahuan, demonstrasi langsung, serta diskusi teknis antarkelompok binaan. Fagalgali Jaya memimpin rangkaian proses mulai dari pembuatan coconet hingga cocopot. Produksi coconet sendiri terbagi dalam beberapa tahap, yaitu pencacahan, pemilahan sabut, pemintalan, dan penganyaman. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif.
Kepala Seksi SPTN Wilayah II Maba TNAL, Irfandy Aznur menambahkan, bahwa pihaknya menyambut baik atas kerjasama yang luar biasa hingga melibatkan masyarakat.
“Kami menyambut baik kerja sama yang luar biasa ini. Pelibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam agenda pemberdayaan merupakan langkah strategis dalam upaya konservasi lingkungan,”katanya.
Seraya mengatakan, masyarakat yang berdaya saing dan mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam secara bijak, dan dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah perambahan hutan yang masif dan tidak teratur.
“Sesungguhnya, masyarakat adalah penjaga hutan yang terbaik, karena sumber daya alam yang mereka lindungi adalah sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi kini dan mendatang,”ujarnya.
Menjadi bukti nyata kolaborasi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu komunitas lokal, mengembangkan usaha berbasis sumber daya dan potensi setempat.
“Lembaga Fagalgali Jaya sebagai salah satu motor penggerak pemberdayaan juga memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap coconet untuk kebutuhan reklamasi,”tandasnya.(*)


Tinggalkan Balasan