Diduga Dampak Limbah 2 Perusahaan Tambang di Haltim Ancam Hasil Tani Kelapa
Bacanesia.com,HALTIM-Dampak aktivitas perusahaan pertambangan di Desa Subiam, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, membutuhkan perhatian serius pemerintah desa.
Pasalnya, dampak limbah sediment diduga milik PT JAS dan PT ARA mengancam produktif pertanian kelapa di Desa Subaim.
Perihal tersebut disampaikan salah seorang warga bernama, Hayarudin, yang merupakan petani kepala, Minggu (23/11/2025).
Hayarudin menyebut, limbah sediment sangat berpengaruh pada keseburan tanah, dan membahayakan hasil panen kelapa menjadi lebih buruk.
“Kami berharap ada perhatian dari kepala Desa Subaim, karena limbah sediment diduga dari aktivitas tambang berpenagruhi hasil panen,”kata Hayarudin.
Ia mengakui bahwa sebagian hidupnya bergantung pada petani kelapa untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
“Namun sampai sekarang, tidak ada langkah dari pemerintah desa, terutama untuk melakukan mediasi antara petani kepala dan pihak perusahan, karena lahan kebun kelapa tercemar limbah sediment tambang,”ungkapnya.
Kepala Desa Subaim, Jufri Gadjal membenarkan, bawa pihaknya beberapa waktu menemui sejumlah petani kelapa, untuk menyampaikan perihal yang dimaksud.
“Iya, nanti kami berkoordinasi dengan PT JAS dan PT. ARA, terkait keluhan wargannya tersebut,”tandasnya.(*)


Tinggalkan Balasan