Berbohong, Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul di Haltim Blokade Jety PT JAS
Bacanesia.com,HALTIM-Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul di Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara akhirnya mendatangi Office PT Jaya Abadi Semesta (JAS).
Kedatangan aliansi tersebut karena tidak ada progres verifikasi data petani dan petak rumput laut oleh pihak perusahaan, serta tidak ada kejelasan hasil uji sampel rumput laut dan air laut yang diambil pada Sabtu, 13 Desember 2025 lalu hingga saat ini belum menjawab kekhawatiran petani.
Perihal tersebut membuat Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul, Halmahera Timur, Julfian Wahab angkat bicara dengan nada tegas, Minggu (21/12/2025).
”Pihak PT JAS tidak kooperatif terhadap sejumlah masalah yang awalnya telah dilakukan kesepakatan bersama warga, terutama bagi para petani rumput laut, sawah yang mengalami kerugian akibat dampak pencemaran lingkungan,”jelasnya.
Julfian mengatakan, kedatangan Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul karena pihak aliansi sebelumnya telah berupaya menghubungi SPT Eksternal PT JAS, Stevy, serta Formen Enviro, Sri Wahyuni melalui via WhatsApp.
Namun upaya komunikasi tersebut tidak mendapat respon yang baik, sehingga Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul menilai PT JAS tidak kooperatif.
“Ironisnya, saat perwakilan Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Desa Fayaul tiba di Office PT JAS, tidak ada satu pun perwakilan manajemen perusahaan yang bersedia menemui kami,”ungkapnya.
Sangat disayangkan, awalnya pihak eksternal PT JAS telah menyatakan kesediaan menerima kunjungan justru menghindar dengan meninggalkan area kantor melalui jalan hauling perusahaan.
”Sikap tersebut, kami menilai PT JAS telah berbohong, mempermainkan masyarakat, dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan dampak lingkungan dan kompensasi kerugian ekonomi yang dialami petani,”terangnya.
Menurut Julfian, sikap SPT Eksternal dan Formen Enviro PT JAS mencerminkan kegagalan total dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab jabatan.
”Jika tidak mampu menjalankan tugas, tidak mampu membangun komunikasi yang jujur dan terbuka, maka kami mendesak manajemen pusat PT JAS segera mencopot SPT Eksternal dan Formen Enviro. Mereka tidak layak mewakili perusahaan di hadapan masyarakat,” ujarnya dengan nada keras.
Seraya menambahkan, dengan sikap pihak perusahaan yang tidak bertanggung jawab, alias tersebut terpaksa menyatakan sikap tegas dengan memutuskan melakukan blokade jety PT JAS hingga ada tanggapan resmi dari manajemen pusat perusahaan.
Langkah ini, menurut pihak aliansi adalah bentuk tekanan moral dan sosial agar PT JAS tidak terus mengabaikan hak-hak masyarakat pesisir yang terdampak langsung oleh aktivitas industri pertambangan.
”Aksi ini adalah peringatan keras. Selama PT JAS masih diam, selama tanggung jawab belum ditunaikan, maka perlawanan masyarakat akan terus berlanjut,”tandasnya.(*)


Tinggalkan Balasan