PKC PMII Desak Pemkab Haltim dan Pemprov Evaluasi PT JAS, 2 Desa Diduga Dampak Lingkungan
Bacanesia.com,HALTIM-Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara, Muhammad Fajar Djulhijan sesali sikap PT Jaya Abadi Semesta (JAS) yang beroperasi di Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur.
Pasalnya, aktivitas perusahaan tersebut diduga telah menimbulkan dampak lingkungan yang buruk di Desa Nanas dan Desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan.
Muhammad Fajar Djulhijan mendesak kepada Pemerintah Halmahera Timur dan Pemprov Maluku Utara segera memanggil pihak PT JAS untuk dievaluasi dan pembayaran kompensasi di Desa Fayaul, Sabtu (24/01/2026).
“Pak Bupati Ubaid Yakub dan Ibu Gubernur Sherly Laos tidak boleh diam, ini kejahatan Ekosida, yang berefek ke masyarakat,”tegasnya.
Fajar menuturkan dampak kerusakan lingkungan bersumber dari Jetty milik PT. JAS yang dibangun tanpa mempertimbangkan aktivitas petani rumput laut dari kedua desa, sehingga menyebabkan para petani mengalami gagal panen.
Bahkan dikatakan dirinya telah menemui Kepala Desa Nanas, Ferdinan Modi, dalam keterangan Ferdinand, sebelum adanya Jetty, proses budidaya rumput laut sesuai hasil dan kualitas yang dibutuhkan para konsumen.
“Sebelum ada Jetty, bibit yang petani tanam cepat pertumbuhannya, ketika ada jetty, rumput laut itu mengalami patahan berangsur akhirnya gagal panen,”tuturnya.
Seraya menambahkan, dampak kerusakan lingkungan membuat air laut menjadi keruh dan berpengaruh pada pertumbuhan budidaya rumput laut.
Adapun informasi yang diperoleh anggaran desa sebesar Rp400.000.000 untuk kegiatan budidaya rumput laut, diluar dari pemerintah Pemkab Halmahera Timur dan Pemprov Maluku Utara.
“Artinya, perusahaan ini juga secara tidak langsung tengah merugikan uang negara,”tandasnya.(*)


Tinggalkan Balasan