Kades Nyaolako Absen Evaluasi APBDes, DPMD Haltim Disalahkan, Begini Penjelasannya 

Zubair S. Muin Am Aswad
Kepala Desa Nyaolako Joimsen membantah ketidak hadirnya pada kegiatan evaluasi APBDes yang digelar DPMD Halmahera Timur, Maluku Utara, Sabtu (14/3/2026) ist.

Bacanesia.com,HALTIM-Kepala Desa Nyaolako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Joimsen tidak menghadiri evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Kehadiran Kades sangat penting dalam kegiatan evaluasi penggunaan APBDes. Namun fakta di lapangan berbeda sehingga publik menyoroti perihal tersebut.

Meski demikian, Joimsen justru menyalahkan pihak DPMD Halmahera Timur. Bahwa dirinya tidak menghadiri evaluasi karena pihak DPMD tidak memberikan pemberitahuan saat tim evaluasi datang untuk melakukan pemeriksaan dokumen APBDes.

Ia menyebut undangan yang diterima telah mencantumkan jadwal kegiatan evaluasi. Namun ia mengaku tidak mendapat informasi lanjutan ketika tim dari DPMD datang melaksanakan evaluasi.

“Undangan yang kami terima memang sudah ada jadwalnya. Tapi ketika mereka datang untuk evaluasi APBDes, tidak ada lagi pemberitahuan ke kami. Karena itu saya tidak hadir,” ujar kades Nyaolako saat di konfirmasi melalui via telepon, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala desa lain di wilayah Kecamatan Wasile Tengah, hingga Kecamatan Wasile Utara yang memiliki jarak tempuh cukup jauh namun mereka hadir. Bahkan terlihat sibuk menyiapkan berbagai dokumen yang diminta oleh DPMD Halmahera Timur demi kelancaran proses evaluasi APBDes.

Sikap Kepala Desa Nyaolako yang memilih tidak menghadiri agenda evaluasi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya keseriusan pemerintah desa dalam menindaklanjuti agenda resmi pemerintah daerah.

Sementara itu, kegiatan evaluasi APBDes bertujuan memastikan pengelolaan anggaran desa berjalan transparan, tertib, dan sesuai aturan yang merupakan tahapan penting dalam proses pengawasan penggunaan anggaran desa.

Ketidakhadiran kepala desa dalam forum tersebut memperlihatkan sikap yang terkesan mengabaikan tanggung jawab sebagai kepala desa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini