Dari Guru Honorer Jadi Karyawan Terbaik IWIP, Sadam Abdullatif Miliki Jabatan Strategis
Bacanesia.com,HALTENG-Dari Guru Honorer hingga menjadi karyawan terbaik di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berlokasi di Desa Lelilef Waibulan, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Sosok Sadam Abdullatif pria berusia 35 tahun asal Kota Tidore Kepulauan ini, sebelumnya ia setiap hari berdiri di depan kelas, mengajar dan membentuk karakter siswa. Di luar jam mengajar, dirinya harus mengelola serta memperbarui data administrasi sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Itulah rutinitas yang dijalani Sadam sejak tahun 2015 sebagai guru honorer sekaligus operator sekolah.
Selama enam tahun, Sadam menjalani dua peran sekaligus. Namun, keterbatasan penghasilan sebagai tenaga honorer membuatnya harus memikirkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga. Faktor ekonomi dan tanggung jawab kepada keluarga sebagai anak laki-laki mengantarkannya mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
“Saya pernah mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Dari tahun 2015 sampai 2020 saya menjadi guru honorer sekaligus operator sekolah. Saat itu saya juga terus mencari pekerjaan sampingan karena pendapatan yang diterima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,”kata Sadam dengan wajah penuh kenangan, Jumat (3/7/2026).
Tahun 2021 menjadi titik balik perjalanan kariernya. Sadam bergabung dengan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) sebagai General Worker (GW). Memulai dari posisi paling dasar tidak membuatnya berkecil hati. Sebaliknya, ia menjadikan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk belajar dan berkembang.
Kerja keras, ketelitian, serta kedisiplinan yang konsisten ditunjukkannya setiap hari. Kesempatan mengikuti pelatihan Electrostatic Precipitator (ESP) menjadi langkah awal yang membuka jalan bagi pengembangan kariernya. Selama tiga tahun bekerja di area ESP, Sadam terus menambah pengetahuan dan keterampilan teknis hingga akhirnya dipercaya memimpin tim.
Kini, pria berusia 35 tahun tersebut menjabat sebagai Foreman di Divisi Mekanik ESP Departemen BUFN. Ia juga berperan sebagai koordinator staf yang membawahi empat section, yaitu ESP, Hoist Crane, Pompa Air, dan Pasta Elektroda.
Tanggung jawab yang diemban tidaklah ringan. Ia harus memastikan seluruh anggota tim bekerja sesuai prosedur, menjaga disiplin kerja, mengontrol pelaksanaan pekerjaan, serta memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja berjalan optimal.
“Tantangannya luar biasa karena harus mengoordinasikan anggota yang bekerja dari area bawah hingga ketinggian 24 meter. Apalagi Hoist Crane berada di posisi paling atas sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih ketat,”ujarnya.
Meski telah dipercaya memegang posisi kepemimpinan, Sadam mengaku masih terus belajar. Ia menargetkan peningkatan kompetensi, khususnya dalam memahami sistem dan pengoperasian Hoist Crane secara menyeluruh. Menurutnya, penguasaan aspek teknis dan keselamatan kerja menjadi hal yang sangat penting mengingat kompleksitas alat dan tingginya risiko pekerjaan.
Dedikasi dan konsistensinya akhirnya mendapat apresiasi dari perusahaan. Tahun ini, Sadam dipercaya menerima penghargaan sebagai karyawan terbaik. Sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan komitmen selalu menemukan jalannya.
Menariknya, ia mengaku pernah terpilih sebagai kandidat karyawan terbaik pada tahun sebelumnya. Namun saat itu, ia memilih memberikan kesempatan kepada senior yang menurutnya lebih layak menerima penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini saya dipercayakan sebagai karyawan terbaik. Penghargaan ini sangat luar biasa bagi saya. Semoga ke depan saya bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan,” katanya.
Bagi Sadam, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Motivasi terbesar yang membuatnya terus berjuang adalah keluarga. Ia ingin memberikan kehidupan yang lebih baik sekaligus mempersiapkan masa depan melalui usaha yang suatu saat ingin dibangunnya sendiri.
Perjalanan dari seorang guru honorer hingga menjadi karyawan terbaik IWIP membuktikan kerja keras, kemauan belajar, dan ketekunan dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Kisah Sadam menjadi inspirasi bahwa setiap langkah kecil yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membawa seseorang menuju pencapaian yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.(*)

Tinggalkan Balasan