FBW Lempar Kritik Pembangunan Jalan Bicoli-Sil, Soroti Dampak Ekonomi dan Pendidikan
Bacanesia.com,HALTIM-Forum Bangsa Woso (FBW) melayangkan kritik keras terhadap lambannya pembangunan infrastruktur jalan oleh Pemerintah Daerah Halmahera Timur di bawah kepemimpinan Bupati Ubaid Yakub dan Wakil Bupati Anjas Taher, Sabtu (28/3/2026).
FBW menilai, pembangunan jalan penghubung antara Desa Bicoli dan Desa Sil belum memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, ruas jalan tersebut memiliki panjang sekitar 4,9 kilometer. Namun hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 1,4 kilometer, yakni dari jembatan Dusun Bim menuju Desa Sil.
Capaian tersebut dinilai jauh dari harapan masyarakat, khususnya warga di wilayah Sowoli dan Sil yang sangat bergantung pada akses jalan tersebut.
Perwakilan FBW, Asyadi S. Ladjim, menegaskan bahwa keberadaan jalan Bicoli-Sil bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
“Kami menilai fokus pembangunan infrastruktur Pemda Haltim saat ini belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Terhambatnya akses jalan ini menimbulkan efek domino, mulai dari tingginya biaya logistik hingga sulitnya akses layanan kesehatan bagi warga Sowoli dan Sil yang hendak berobat ke Puskesmas Desa Bicoli,” ujar Asyadi.
Selain sektor ekonomi dan kesehatan, FBW juga menyoroti dampak serius terhadap dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa sejumlah tenaga pengajar yang berdomisili di Desa Bicoli, namun bertugas di Desa Sil harus menghadapi medan jalan yang ekstrem, dipenuhi batu rijang tajam.
“Medan yang sulit ini tidak hanya membahayakan keselamatan karena rawan kecelakaan, tetapi juga mempengaruhi kedisiplinan waktu mengajar. Perjalanan yang seharusnya ditempuh sekitar 30 menit kini bisa memakan waktu hingga 2 sampai 3 jam,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas pelayanan pendidikan di wilayah pelosok Kecamatan Maba Selatan.
Atas dasar itu, FBW mendesak Pemerintah Daerah Halmahera Timur untuk segera menuntaskan pembangunan jalan Bicoli-Sil yang sebelumnya menjadi salah satu janji politik pada momentum Pilkada, khususnya di wilayah Maba Selatan.
FBW juga mengingatkan para pemangku kepentingan di wilayah tersebut, mulai dari Momole hingga Sowoli, agar tidak membawa kepentingan pribadi dalam mengawal proses pembangunan.
“Kami meminta seluruh tokoh dan stakeholder untuk mengedepankan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.”
“Dengan harapan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan sisa pembangunan jalan tersebut, demi menjamin hak dasar masyarakat atas akses transportasi yang layak, serta mendorong peningkatan ekonomi dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut,”tandasnya.(*)



Tinggalkan Balasan