Rakor Tekad Halbar: Produksi Beras Taboso 4.5 Ton, Fasilitator Dorong Hilirisasi dan Panen Bertahap
Bacanesia.com,HALBAR-Lewat rapat Koordinasi (Rakor) program Tekad Halmahera Barat, Maluku Utara kini mencatatkan keberhasilan produksi beras 4,5 ton per bulan di Desa Taboso, Kecamatan Jailolo.
Perihal tersebut membuktikan bahwa telah melewati kebutuhan rata-rata warga 4 ton per bulan. Ini menjadi pijakan desa membangun ketahanan pangan lokal lewat hilirisasi nilai tambah dan pola panen bertahap sebagai strategi mencapai surplus berkelanjutan.
Capaian ini terungkap bahwa program Tekad Halmahera Barat dapat merinci produksi yang membawa Taboso lewati fase defisit. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumkop Cafe, Sabtu (6/6/2026).
Fasilitator Tekad Kecamatan Jailolo, Farjihan A. M Ngofangare, memaparkan rincian produksi yang membawa Taboso lewati fase defisit.
“Demplot Tekad hasilkan 2 ton, replikasi 8 petani hasilkan 2,5 ton. Karena masa tanam berdekatan, total 4,5 ton lewati kebutuhan bulanan warga rata-rata 4 ton,”ungkapnya.
Farjihan menekankan perlu alokasi hasil sebagai showcase untuk mengurus izin edar dan sertifikasi mutu produk beras Taboso.
“Kita alokasikan sebagai showcase untuk urus PIRT dan merek. Ini bentuk hilirisasi dan strategi harga untuk membangun daya saing pasar,”katanya.
Fasilitator Kabupaten (Faskab) TEKAD Halbar, Anton Ilyas menambahkan, ke depan perlu pola tanam serempak dengan target 4 kali panen setahun.
“Jika konsisten 4,5 ton, produksi bisa 18 ton. Pola ini tentu harus dikawal bersama PPL dan BUMDES agar jadwal tanam tepat waktu,”terangnya.
Sebagai langkah strategis, lanjut Anton, pihaknya berharap kepada Pemda Kabupaten Halmahera Barat dan Provinsi Maluku Utara untuk mengfasilitasi saluran serapan pasar dan rantai distribusi yang pasti.
“Di Halbar, khususnya desa binaan Tekad, ada Taboso, Hoku-Hoku Kie, hingga Golago Kusuma sedang bergeliat di padi sawah. Produksinya naik, tapi kalo ngga ada jaminan pasar, petani bisa trauma harga. Kita semua tentu tidak berharap hulunya (petani) patah semangat,” pungkas Faskab yang membidangi Tata Kelola Kelembagaan Tekad Halbar.
Merespons tantangan di Taboso, Koordinator Tekad Kabupaten Halmahera Barat, Amin Raden menegaskan arah program ke depan.
“PR kita sekarang bukan lagi sekadar panen, tapi pola panennya harus diatur berulang. Menjawab defisit di tingkat desa sudah oke, tapi kita harus punya peta jalan menuju kemandirian,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan