Sikap Tegas Bupati Haltim Tinjau Jetty PT JAS, Temui Langsung AMBRUK di Fayaul 

Zubair S. Muin Am Aswad
Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub temui warga Desa Fayaul di Jetty PT JAS pasca tiga hari melakukan aksi, Minggu (26/4/2026) Bacanesia.com

Bacanesia.com,HALTIM-Bupati Ubaid Yakub melakukan kunjungan langsung ke Jetty PT JAS di Desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menemui Aliansi Masyarakat Budidaya Rumput Laut Bergerak (AMBRUK) untuk memastikan kondisi para pembudidaya rumput laut dalam kondisi kondusif.

Kunjungan ini merupakan respons cepat Pemerintah Daerah dalam mengatasi keluhan warga terkait hasil budidaya rumput laut yang diduga terdampak aktivitas di sekitar jetty perusahaan tambang, Minggu (26/4/2026).

Namun, dalam kunjungan tersebut tidak terlihat adanya perwakilan PT JAS di lokasi, baik dari pihak manajemen maupun petugas yang berjaga.

Sehingga Ubaid menegaskan di hadapan massa aksi bahwa PT JAS belum bisa beroperasi sampai mediasi pada tanggal 29 nanti.

Dalam dialog bersama masyarakat, Bupati Ubaid Yakub menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti aspirasi warga melalui koordinasi dengan pihak perusahaan dan instansi terkait.

“Kami hadir untuk mendengar langsung keluhan masyarakat. Pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan mendapatkan haknya,”ujarn Bupati.

Orang nomor satu Pemda Halmahera Timur mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak PT JAS melalui Kepala Teknik Tambang telah mengajukan jadwal mediasi pada 4 Mei 2026. Namun, menurutnya, waktu tersebut terlalu lama.

“Saya putuskan mediasi dilaksanakan pada 29 April 2026. Pimpinan utama PT JAS harus hadir langsung di Kantor Bupati, bukan lagi diwakili karyawan lapangan,” tegasnya.

Koordinasi AMBRUK Julfian Wahab menambahkan, dengan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.

“Termasuk membuka hasil uji lingkungan secara transparan, dan menyelesaikan kerugian yang dialami petani rumput laut.”

“Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian konflik, sekaligus memastikan keberlanjutan mata pencaharian warga pesisir Desa Fayaul,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini