Gebrak FTJ 2026 Tekad Halbar Tampilkan 15 Produk Olahan, Lewat Stan Dari Desa untuk Nusantara
Bacanesia.com,HALBAR-Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara siap membuat gebrakan besar dalam Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026. Sebanyak 15 produk olahan pangan hasil kreativitas warga desa binaan dijadwalkan tampilĀ pada pameran yang berlangsung 17-20 Juni mendatang di kawasan historis Dodinga.
Fasilitator Pemasaran Tekad Halbar, Abubakar Abiad, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil pendampingan intensif terhadap kelompok ekonomi desa di lima kecamatan melalui skema kegiatan Demplot dan rumah inovasi teknologi Desa (RITD).
Menurutnya, partisipasi dalam FTJ ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan promosi produk lokal, serta membuka peluang kemitraan dan investasi bagi pelaku usaha.
“Momentum FTJ itu etalase terbaik. Ribuan orang datang, ada wisatawan, buyer, sampai pejabat. Target kami produk ini tidak hanya laku di stan, tapi dapat mitra pasar dan investor. FTJ menjadi kunci validasi konsumen sebelum produk masuk ke jaringan ritel modern,”kata Abubakar dengan nada tegas, Sabtu (13/6/2026).
Salah satu inovasi yang akan dipamerkan adalah Keripik Salak dari Desa Tongute Goin. Sementara itu Femmy Marry salah seorang pelaku usaha di balik produk tersebut, mengungkapkan harapan besarnya.
“Dulu, salak ini torang (kami) hanya jual mentah dengan harga rendah. Berkat pendampingan Tekad, kami berinovasi menciptakan Keripik Salak. Kami berharap dukungan pemerintah dalam promosi dan akses ke pusat oleh-oleh agar kami pe produk bisa bersaing dan terus berkembang ke produk turunan lainnya seperti wine salak dan teh kulit salak,”harap Femmy.
Menanggapi hal tersebut, Inaya Argam, Fasilitator Kecamatan yang mendampingi UMKM Keripik Salak menambahkan, produk ini masih relatif baru bagi pasar, tantangan utama kami adalah membangun kepercayaan konsumen.
“Oleh karena itu, pendampingan Tekad difokuskan pada penguatan promosi dan perluasan jaringan pemasaran. Saya yakin dengan potensi variasi produk turunan ke depan, kelompok ini mampu mendominasi segmen pasar yang lebih luas,”ujar perempuan lulusan Ekonomi dan Bisnis Unkhair ini Ternate.
Lanjut Abubakar, mengatakan selama festival, Tekad akan membuka stan khusus bertema “Dari Desa untuk Nusantara” yang menjadi pusat edukasi serta interaksi langsung.
“Kami juga menggandeng Kemenag Halbar dan Provinsi Maluku Utara, Disperindagkop, serta Dinas Kesehatan untuk sosialisasi pentingnya legalitas dan standarisasi produk seperti PIRT, Izin Halal, dan BPOM bagi pelaku usaha desa,”terang Abubakar.
Untuk 15 produk olahan desa Tekad Halbar diantaranya sebagai berikut.
1. Makron Halmahera – Tuada
2. Stik Udang Vaname – Tuada
3. Abon Ikan Saria
4. Kacang Karang Arujaya
5. Kacang Sangrai Arujaya
6. Keripik Singkong Akelaha
7. Keripik Singkong Tuguaer
8. Keripik Batatas Adu
9. Sagu Lempeng Marimabati
10. Tepung Popeda Tabobol
11. Tepung Popeda Tabadamai
12. Sagu Kasbi Sukamadai
13. Keripik Batatas Ngawet
14. Selada Hidroponik Guarmadu
15. Keripik Salak Tongute Goin
Sementara itu, Koordinator TEKAD Kabupaten Halbar (Korkab), Amin Raden menegaskan bahwa partisipasi dalam festival tahun ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi.
“Kita dorong penuh penciptaan nilai tambah di hilir. Masyarakat desa harus mampu menjadi pemain utama dalam industri pengolahan pangan,”tegasnya.
“Kampanye kami jelas, beli 1 bungkus produk berarti ikut jaga ekonomi 5 rumah tangga di desa,”tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan