Ricky Chairul Richfat: Pemda Haltim Siapkan Mitigasi Resiko RSUD Maba dan Dokter Spesialis
Bacanesia.com,HALTIM-Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara action langkah strategis pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba.
Perihal tersebut disampaikan pasca menerima bantuan Program Health Transformation Collaboration (PHTC) dari Kementerian Kesehatan RI.
Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menjelaskan pembahasan bersama Asisten Deputi Sumber Daya Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Alfredo Sani, terkait penyusunan mitigasi risiko pengembangan RSUD Maba ke depanya.
Menurut orang nomor tiga Pemkab Halmahera Timur bahwa yang menerima bantuan pengembangan rumah sakit melalui program PHTC diminta untuk menyusun langkah mitigasi risiko agar keberlanjutan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Meskipun informasi kepastian jadwal rencana peresmian gedung baru RSUD Maba di Halmahera Timur belum mendapat kepastian dari Kemenkes.
“Pembahasan dengan Kemenko PMK terkait mitigasi risiko RSUD Maba pasca menerima bantuan PHTC,”kata Ricky, Rabu (22/7/2026).
“Pemerintah daerah sebagai penerima bantuan diminta menyusun langkah-langkah untuk pengembangan rumah sakit ke depan,”lanjutnya.
Ricky menjelaskan salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah proses peningkatan status RSUD Maba dari tipe D menjadi tipe C. Meski demikian hingga saat masih terdapat beberapa tahapan verifikasi yang harus dipenuhi.
“RSUD Maba ini awalnya tipe D kemudian dinaikkan menjadi tipe C. Prosesnya sudah hampir selesai, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diverifikasi, terutama terkait ketersediaan tenaga kesehatan,”terangnya.
Tak hanya itu, orang nomor tiga Pemda Halmahera Timur menyebut kebutuhan tenaga dokter spesialis dan dokter umum menjadi salah satu aspek penting dalam memenuhi standar rumah sakit.
Selama ketersediaan dokter spesialis masih terbatas sehingga pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperjuangkan tambahan formasi tenaga kesehatan.
“Ke depan, Pemda Halmahera Timur akan berkoordinasi dengan Kemenko PMK terkait formasi CPNS tahun 2026 dan 2027 agar dapat mengalokasikan kebutuhan dokter spesialis dan dokter umum sebanyak mungkin untuk bertugas di RSUD Maba,” katanya.
Selain sumber daya manusia, Pemda Halmahera Timur juga tengah menyelesaikan aspek perizinan sejumlah alat kesehatan yang menggunakan teknologi radiasi maupun tenaga nuklir.
Beberapa alat kesehatan membutuhkan rekomendasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum dapat digunakan secara maksimal.
“Untuk alat kesehatan yang menggunakan radiasi, izinnya sudah diajukan oleh RSUD dan Pemkab Halmahera Timur ke BAPETEN, dan saat ini menunggu proses pengujian. Begitu juga beberapa alat kesehatan yang membutuhkan rekomendasi BRIN,” ungkapnya.
Seraya menambahkan, selain tenaga medis dan legalitas alat kesehatan, pemerintah daerah juga memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar RSUD Maba mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
“Mitigasi ini dilakukan agar RSUD Maba benar-benar siap, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun kelengkapan administrasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Halmahera Timur,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan