5 Anak Muda Kreatif di Subaim Hadirkan Green Caffe Raup Hasil Fantastis, Begini Tips dan Cara Sukses 

Zubair S. Muin Rifa sadjidin
Suasan terlihat indah di sekitar Pelabuhan Subaim setelah kehadiran Gree Caffe hasil kreatif anak muda di Halmahera Timur, Maluku Utara, Selasa (2/6/2026) Bacanesia.com

Bacanesia.com,HALTM-Di tengah efisiensi anggaran dan keterbatasan lapangan kerja, terdapat lima anak muda hebat yang berasal dari Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Mereka diantaranya Darmianti Abu, Rosita Samiun, Jusmiati, Dian Nurilmi dan Osana Umasugi. Sikap percaya diri disertai dengan keberanian tampil lewat kedai yang diberikan nama “Green Caffe”.

Tentunya akan menarik banyak pengunjung dan terutama bagi pencinta kopi di sore dan malam hari, Selasa (2/6/2026).

Dengan semangat dan tekad yang kuat, mereka berinisiatif membangun sebuah caffe sederhana di sudut pelabuhan Subaim. Lokasi tersebut sebelumnya tampak biasa, kini disulap menjadi tempat yang cocok dan nyaman untuk bersantai.

Green Caffe memiliki konsep Outdoor, meskipun sederhana namun tak diragukan kreatifnya. Caffe tersebut menawarkan suasana yang berbeda bagi masyarakat maupun pengunjung yang berdatangan di pelabuhan subaim.

Keindahan pemandangan laut di sekitar pelabuhan serta sunset di sore hari menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

“Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati suasana sore hari, sembari menikmati secangkir kopi dan pisang goreng, katanya sebagai salah satu menu favorit dan berbagai macam menu yang di sediakan Green Caffe,”kata Darmianti Abu salah satu pemilik Green Caffe.

Berawal dari persahabatan Darmianti Abu sapaan akrab Ami, Sita, Ati, Dian dan Osan ini memiliki konsep membangun Green Caffe berawal dari sering nongkrong di kedai dan berdiskusi kemudian muncul ide-ide cemerlang, dan melihat peluang usaha di kawasan pelabuhan.

“Dari situ kemudian kita bersepakat membangun sebuah kedai dengan semangat dan tekad yang kuat, keterbatasan modal bukan menjadi alasan. Bahkan tidak menyurutkan langkah kami,”ucapnya.

Kemudian megumpulkan dana secara gotong royong dan memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk mewujudkan kedai impian yang dinamai “Green Caffe”.

Perjalanan mereka tidak selalu mudah. Sepinya pelanggan pada masa awal usaha dan keterbatasan perlatan seperti tempat duduk, hinggah persaingan bisnis menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun, tidak ada kata menyerah dengan semangat dan kecerdasan yang dimiliki melalui berbagai inovasi dilakuakan, mulai menghadirkan menu khas, memberikan pelayanan ramah, hinggah memanfaatkan media sosial untuk promosi.

Berkat kerja keras dan kekompakan tim, kini kedai Green Caffe yang telah berjalan kurang lebih dua bulan sejak 11 April 2026 mulai dikenal masyarakat luas dan banyak pengujung yang berdatangan.

Meski terbilang baru, kini kedai yang mereka bangun telah berkembang dan meraup omset perbulan yang cukup fantastis.

Tempat ini, kini menjadi salah satu tempat favorit di kalangan muda-mudi dan masyarakat subaim yang ngabuburit di pelabuhan untuk menikmati sunset di sore hari.

“Tapi dengan keberanian, tekad yang kuat, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Jangan takut memulai dari hal kecil, karena setiap kesuksesan besar selalu diawali dengan langkah pertama yang berani,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini