GCP Tantang Gubernur Malut Tuntaskan Masalah 2 Perusahaan Tambang di Haltim
Bacanesia.com,HALTIM-Gerakan Cinta Prabowo (GCP) Maluku Utara menantang Gubernur Sherly Laos selesaikan masalah dampak limbah dua perusahaan tambang di Subaim Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Selasa (11/11/2025).
Ketua Bidang Organisasi GCP Maluku Utara, Anton Ilyas mengatakan, jika Halmahera Timur menjadi daerah lumbung pangan, Gunung Maluku Utara harus tegas.
Sudah seharusnya memberikan teguran kepada PT JAS dan PT ARA agar segera membayar lahan sawah dan kebun kelapa milik warga yang tercemari limbah perusahaan.
“Bagi kami kedatangan Ibu Gubernur Maluku Utara pada gerakan tanam padi di Desa Sidomulyo menjadi momentum penting, untuk panggilan pihak perusahaan dan berikan teguran langsung di depan warag, sebagai bentuk tindak tegas,”ujarnya.
Anton menyebut berbagai masalah dampak lingkungan yang tidak diperhatikan pihak perusahaan PT JAS dan PT ARA, kini menujukan sikap tak terpuji yang dapat membuat warga resah.
“Karena sebelum hadirnya perusahaan tambang di Halmahera Timur, warga bergantung hidup pada pertanian sawah dan kelapa, selain itu berprofesi sebagai nelayan,”katanya.
Perihal tersebut menjadi perhatian serius Gubernur Maluku Utara Sherly Laos kepada perusahaan tambang agar tidak serta merta, dalam mengelolah hasil alam dengan cara mengabaikan dampak lingkungan.
“Masyarakat Halmahera Timur butuh tindakan nyata, bukan hanya ngomong untuk menyenangkan telinga para petani sawah dan kepala, ini yang harus dipikirin oleh Ibu Gubernur,”jelasnya.
Ia menyebut, dampak limbah PT JAS dan PT ARA sudah berulang kali, sehingga membutuhkan sikap tegas orang nomor satu Pemprov Maluku Utara mengambil langakah cepat.
“Jagan biarkan petani menderita karena ula perusahaan tambang yang seenaknya mengambil hasil alam, namun mengabaikan dampak lingkungan,”tandasnya.(*)


Tinggalkan Balasan