Penuhi Keluhan Petani Rumput Laut Desa Fayaul, Komisi ll DPRD Haltim dan Tim Ahli Beri Solusi
Bacanesia.com,HALTIM-Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara bersama Tim Ahli Rumput Laut dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun Ternate, berkunjung di Desa Fayaul.
Kunjungan tersebut berlangsung tatap muka dengan warga setempat di Balai Desa Fayaul, pada Sabtu (6/12/2025).
Perihal tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti keluhan petani budidaya rumput laut asal Desa Fayaul, yang diduga dampak limbah sedimen PT Jaya Abdi Semesta (JAS) pada 17 November lalu hingga mengakibatkan kerusakan dan gagal panen.
Ketua Komisi II, Muhammad Sabudi Darmawan mengatakan, Komisi II hadir untuk menjawab keluh kesah masyarakat Desa Fayaul khususnya petani budidaya rumput laut.
“Kami hadir bersama dengan dua profesor ini (Ahli) di bidang perikanan tentunya sudah paham betul apa yang menjadi masalah yang terjadi di Desa Fayaul, dan akan memberikan solusi terbaik, seperti diharapkan oleh petani budidaya,”katanya.
Terpisah, Prof. DR. M. Irfan Koda Bidang perikanan dan ilmu kelauatan spesifikasinya budidaya rumput laut mengatakan, ia telah mendengar aspirasi masyarakat, terutama masyarakat petani budidaya rumput laut di Desa Fayaul.
“Apa yang disampaikan petani rumput laut, kita sudah melihat permasalahan dihadapi dalam 8 tahun terakhir, terutama pengembangan budidaya rumput laut sejak tahun 2017,”ujarnya Irfan.
Irfan menjelaskan, aspirasi dari petani rumput laut bahwa pada masa panen rumput laut selalu meningkat dan tidak ada kendala, namun dua tahun terakhir terjadi gagal panen.
“Dan hasil ini kita akan lakukan riset lebih lanjut, terkait dengan analisis airnya dampak lain dari menggangu aktivitas rumput laut,”ungkapnya.
Seraya menambahkan, ada beberapa kualitas air yang kita lihat mengalami penurunan seperti PH dan salinitas, serta lainya, kemungkinan ada faktor cuaca mempengaruhi kualitas rumput laut.
“Namun, kita belum bisa menyimpulkan hasil yang sebenarnya, nanti dalam waktu dekat melakukan riset secara terkordinasi melibatkan masyarakat. Kemudian lokasinya kita teliti sert kondisi kualitas air aktivitas atau dampak lain, kita akan memberikan rekomendasi ke Komisi II,” katanya.
Jika dilihat apa yang disampaikan oleh masyarakat, bahwa sebelum kehadiran Jetty PT JAS, petani rumput laut memiliki hasil panen yang sangat bagus.
“Namun, Jetty beroprasi ada kendala dihadapi petani rumput laut, ini yang kita telusuri lebih lanjut. Dan Hasil sementara uji kualitas air laut Desa Fayaul kita akan keluarkan rekomendasi kepada komisi II,”tandasnya.(*)


Tinggalkan Balasan