Siklon Nuri Picu Gelombang 4 Meter, Sejumlah Kecamatan di Haltim Diterjang Banjir dan Abrasi
Bacanesia.com,HALTIM-Fenomena atmosfer Siklon Nuri tengah melanda wilayah perairan Maluku Utara dan memicu cuaca ekstrem yang berdampak signifikan di pesisir Kabupaten Halmahera Timur.
Berdasarkan laporan lapangan, sedikitnya empat kecamatan mengalami kerusakan serius akibat kombinasi angin kencang dan gelombang tinggi yang mencapai hingga 4 meter, Rabu (18/3/2026).
Wilayah Terdampak
Kerusakan infrastruktur serta ancaman terhadap keselamatan warga terjadi di sejumlah titik, di antaranya sebagian berikut.
Kecamatan Wasile Tengah (Desa Puao): Abrasi pantai terjadi cukup masif, mengikis bibir pantai dan mulai mengancam fondasi rumah warga.
Kecamatan Wasile Utara (Desa Majiko Togone): Abrasi disertai banjir rob merendam puluhan rumah, air laut masuk dengan daya rusak tinggi.
Kecamatan Wasile (Desa Subaim): Luapan air laut menggenangi permukiman padat akibat berkurangnya benteng alami pantai.
Kecamatan Maba Tengah (Desa Miaf): Infrastruktur vital rusak, talud penahan ombak jebol akibat hantaman gelombang berulang.
Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Timur, Darso Gadjal, mengungkapkan bahwa data dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate menunjukkan Siklon Nuri menyebabkan ketidakseimbangan tekanan udara yang ekstrem.
“Kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 40 km/jam secara terus-menerus memicu gelombang laut hingga mencapai 4 meter di beberapa perairan Halmahera Timur. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 20 Maret 2026,” ujar Darso.
Seraya menambahkan, BPBD telah menetapkan status waspada dan menyiagakan tim di wilayah rawan terdampak.
“Kami telah menerima laporan kerusakan talud di Desa Miaf serta rumah warga terdampak di Wasile dan Wasile Utara. Tim reaksi cepat sedang melakukan pendataan dan koordinasi dengan dinas teknis. Langkah evakuasi juga disiapkan bagi warga di zona merah pesisir,” tegasnya.
Imbauan kepada masyarakat
Melihat kondisi gelombang yang masih tinggi, BPBD mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat pasang maksimum.
Mengutamakan keselamatan dengan mengungsi ke tempat lebih tinggi jika situasi memburuk, dapat mengamankan dokumen penting dan barang berharga
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap masyarakat tetap tenang namun siaga, serta mengikuti arahan petugas hingga kondisi dinyatakan aman.(*)



Tinggalkan Balasan