Headline

Kolaborasi ANTAM Group Dukung Pelepasliaran 10 Burung Paruh Bengkok di Taman Nasional Aketajawe

Bacanesia.com Rifa sadjidin
Antam Group mengambil peran dalam pelepasliaran burung paruh bengkok untuk menjaga keberlangsungan populasi, Selasa (3/11/2026) ist.

BACANESIA.COM,HALTIM-Apresiasi untuk PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara bersama entitas perusahaan dalam ANTAM Group mendukung pelepasliaran 10 ekor burung paruh bengkok di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi bersama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, memulihkan populasi satwa liar, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem hutan.

Sebanyak 10 ekor burung yang dilepasliarkan terdiri dari lima ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus), dua ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus), dua ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata), dan satu ekor Kakatua Putih (Cacatua alba).

Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Budhi Chandra, mengatakan pelepasliaran tersebut bukan sekadar mengembalikan satwa ke habitat alaminya. Namun, bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan biodiversitas Maluku Utara.

“Pelepasliaran burung paruh bengkok yang kita laksanakan bersama PT ANTAM Persero Tbk. pada kegiatan ini bukan sekadar mengembalikan satwa ke habitat alaminya, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan kekayaan keanekaragaman hayati Maluku Utara,”kata Budhi, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari jumlah satwa yang dilepasliarkan, tetapi juga dari kemampuan satwa tersebut untuk bertahan hidup, beradaptasi, berkembang biak, dan kembali menjalankan peran ekologisnya di alam. Karena itu, pemantauan pascapelepasliaran perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Dukungan ANTAM terhadap kegiatan tersebut merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dengan PT ANTAM (Persero) Tbk. UBPN Maluku Utara, PT Sumberdaya Arindo (SDA), dan PT NKA dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan.

General Manager ANTAM Maluku Utara, Mahana Hendah Sunarno, bersama jajaran perusahaan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan ANTAM menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pembangunan berkelanjutan, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

ANTAM Group memandang tanggung jawab terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui penerapan praktik operasional pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam perlindungan ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Selain perwakilan ANTAM, kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PT Sumberdaya Arindo (SDA), Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Utara, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, serta TVRI.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, upaya konservasi di Maluku Utara diharapkan semakin diperkuat, sekaligus memastikan kekayaan satwa liar dan ekosistem hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini