Ahli Gizi SPPG Rawamangun Sebut Ada Berbagai Menu MBG yang Disediakan 

Arman Rasid Am Aswad
Tampak Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawamangun, di Halmahera Timur, Maluku Utara, menyediakan berbagai menu makanan, Kamis (12/3/2026) ist.

Bacanesia.com,HALTIM-Ahli gizi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawamangun, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Nurmawarti, membenarkan terkait informasi beredar pembagian MBG hanya berupa snack sederhana tidak benar, justru berbeda dengan fakta di lapangan.

Menurutnya, paket makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat bukan hanya satu jenis snack seperti yang disebutkan hingga beredar. Melainkan terdiri dari beberapa menu makanan.

“Menu yang disalurkan kepada penerima manfaat terdiri dari bakpia, bakso goreng, tahu bakso, dan jelly semangka. Jadi tidak benar jika disebut hanya satu snack toko seperti yang diberitakan,”tegas Nurmawarti, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, menu tersebut juga bukan disusun secara sembarangan, tetapi telah melalui perhitungan gramasi dan nilai gizi.

Berdasarkan data perhitungan gizi, paket makanan tersebut memiliki kandungan sebagai berikut:

• Energi: 465,86 kkal

• Protein: 20,27 gram

• Lemak: 23,86 gram

• Karbohidrat: 44,05 gram

• Serat: 0,92 gram

“Artinya menu ini memiliki nilai energi dan protein yang jelas. Jadi tidak tepat jika disebut tidak memiliki nilai gizi,”ujarnya.

Selain komposisi gizi, Nurmawarti juga memaparkan bahwa komponen harga setiap item menu juga transparan, yakni bakpia Rp3.000, bakso goreng Rp4.800, tahu bakso Rp299, dan jelly semangka Rp2.353.

Ia menilai, narasi yang menyebut menu hanya berupa snack sederhana tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program penyaluran makanan tersebut telah menjangkau sejumlah sekolah di Kecamatan Wasile Timur pada 9–10 Maret, dengan rincian penerima manfaat sebagai berikut:

• MI Darul Fatah-33 siswa

• SMP Muhammadiyah Subaim-111 siswa

• SMA Muhammadiyah Subaim-189 siswa

• MTs Swasta Wasile-15 siswa

• MA Swasta Wasile-36 siswa

• SD Negeri Titipa-47 siswa

• SLB Negeri Subaim-67 siswa

• SD Inpres Wokajaya-144 siswa

• SD Inpres Tutuling Jaya-190 siswa

• SMP Negeri 6 Wasile-135 siswa

Total penerima manfaat dari sekolah mencapai 967 siswa, dengan tambahan 438 penerima kategori lainnya, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 1.405 penerima manfaat.

Menurut Nurmawarti, data tersebut menunjukkan bahwa program berjalan dengan cakupan yang luas dan pelayanan yang nyata kepada masyarakat.

Nurmawarti berharap semua pihak dapat menyampaikan kritik secara objektif dan berbasis data, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta tidak merusak kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi yang sedang berjalan.

“Kami terbuka terhadap evaluasi dan kritik, tetapi tentu harus disampaikan berdasarkan fakta, bukan asumsi,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini