Gelombang Tinggi Air Laut Pasang di Pemukiman Warga Halmahera Timur

Zubair S. Muin Rifa sadjidin
Dampak cuaca ekstrem di Halmahera Timur, Maluku Utara, sejumlah rumah warga tergenang air laut, Selasa (17/3/2026) ist.

Bacanesia.com,HALTIM-Cuaca ekstrem mengakibatkan gelombang tinggi menghantam kawasan pesisir Desa Tongone, Kecamatan Wasile Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara hingga air laut masuk ke pemukiman warga sejauh kurang lebih 100 meter dari garis pantai, Selasa (17/3/2026).

Desa Tongone yang berada di wilayah pesisir dengan konstruksi dataran rendah dinilai sangat berpengaruh apabila terjadi gelombang tinggi. Karena luapan air laut mudah memasuki ke rumah-rumah warga setempat.

Perihal tersebut disampaikan salah satu pemuda Desa Tongone, Abdulatif Bita, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa ombak besar tidak hanya menghantam area pesisir, namun air laut telah masuk hingga ke rumah warga.

“Ombak besar menyapu daratan sampai masuk ke perumahan warga yang ada di bagian bibir pantai,”katanya.

Seraya menambahkan, bahwa tidak hanya rumah yang berada di pesisir, adapun rumah warga yang berjarak hingga sekitar 100 meter dari pantai ikut merasakan dampak dari genangan air pasang.

Kondisi seperti ini jarang terjadi. Biasanya, fenomena air pasang disertai ombak tinggi hanya muncul pada bulan Desember. Namun kali ini berbeda.

“Kali ini kami merasa tidak nyaman, karena air laut naik sampai ke pinggiran rumah warga desa,”ujarnya.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama karena air laut belum juga surut hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Meski belum menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah warga yang berada dekat pantai terlihat terdampak langsung oleh hantaman gelombang air laut.

Bahkan dampak cuaca buruk juga dirasakan dalam aktivitas sehari-hari para warga. Angin kencang dan gelombang tinggi sejak malam hingga siang hari menyebabkan sejumlah perlengkapan rumah tangga, termasuk kayu bakar untuk kebutuhan memasak, hanyut terbawa air.

Warga pun terpaksa memindahkan bahan makanan dan perlengkapan lainnya ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari perihal tersebut dimaksud.

Perwakilan warga Majiko Tongone berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera turun tangan dan mencari solusi atas kondisi yang terjadi.

“Kami masyarakat Majiko Tongone berharap pemerintah bisa melihat kondisi ini dan memberikan jalan keluar, supaya tidak terus menjadi kekhawatiran warga,”harapnya.

Senada, warga juga mengaku adanya kecemasan saat malam hari karena cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

“Kalau malam tiba, torang (kami) tra (tidak) bisa tidur. Takut angin, ombak, air naik,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini