Pemuda Desa Loleolamo Dorong Master Plan Pulau Paniki, Jadi Ikon Wisata Haltim

Zubair S. Muin Am Aswad
Keindahan wisat Pulau Paniki di Halmahera Timur, Maluku Utara, Rabu (1/4/2026) ist.

Bacanesia.com,HALTIM-Komunitas Pemuda Sadar Wisata Desa Loleolamo mendorong percepatan penyusunan master plan pengembangan Pulau Paniki di Kecamatan Maba Selatan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Dorongan tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi bersama Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Halmahera Timur Abdul Halim J. Kipu di Kecamatan Kota Maba, Rabu (1/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana penyusunan master plan pulau paniki untuk memastikan pengelolaan wisata yang terarah dan berkelanjutan.

Perwakilan Komunitas Pemuda Sadar Wisata, Rusmin Hasan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya bersama BP4D akan melakukan kunjungan langsung ke pulau paniki untuk pengukuran luasan wilayah menggunakan drone.

“Kami bersama Kaban BP4D Halmahera Timur berencana turun langsung ke Pulau Paniki minggu depan, untuk mengukur luasan kawasan dengan drone sebagai dasar penyusunan master plan, agar pengelolaan wisata bisa lebih tertata dan berkelanjutan,”katanya.

Sementara komunitas juga telah merencanakan agenda jangka panjang berupa Festival Nelayan yang akan digelar pada tahun 2027 di pulau paniki.

Rusmin berharap pemerintah daerah lebih serius dalam mengembangkan sektor pariwisata, mengingat pulau paniki dinilai memiliki potensi besar sebagai ikon wisata baru yang mampu meningkatkan pendapatan desa dan daerah.

“Kami optimistis pulau paniki bisa menjadi ikon wisata Halmahera Timur yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Seraya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), yang telah membantu pembangunan dua unit fasilitas pendukung berupa tempat ganti dan toilet di kawasan wisata tersebut.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu meningkatkan kenyamanan pengunjung yang datang ke pulau paniki.

Ia menilai bahwa ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan perlu diimbangi dengan pengembangan sektor lain, salah satunya pariwisata.

“Pemkab Halmahera Timur sudah harus melakukan lompatan baru melalui pengembangan destinasi wisata,”ucapnya.

Karena pengembangan sektor pariwisata memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, mempromosikan budaya lokal, mendorong pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan citra daerah di mata investor dan wisatawan.

“Dengan pengembangan wisata yang serius, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan potensi daerah bisa lebih dikenal luas,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini