Semaindo Soroti Sidak Bupati di RSUD Jailolo, Minta Kejari Halbar Periksa Direktur 

Arman Rasid Am Aswad
Ketua Semaindo Sahrir Jamsin, Jumat (10/4/2026) ist.

Bacanesia.com,HALBAR-Ketua Semaindo Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bupati Halmahera Barat, James Uang di RSUD Jailolo.

Ketua Semaindo menilai sidak tersebut bukan solusi, melainkan upaya pengalihan isu dari persoalan serius terkait pengelolaan anggaran rumah sakit setempat.

Sahrir menegaskan bahwa persoalan utama yang harus dibuka ke publik adalah transparansi anggaran, bukan sekadar kunjungan seremonial.

“Data sudah jelas. Total belanja BLUD mencapai Rp19,3 miliar, dan belanja obat sekitar Rp4,6 miliar. Tapi kenapa masih terjadi kelangkaan obat? Ini yang harus dijawab secara terbuka,”tegasnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menyoroti besarnya pendapatan RSUD Jailolo yang mencapai lebih dari Rp22 miliar, termasuk dari BPJS. Menurutnya, angka tersebut seharusnya cukup untuk menjamin pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.

“Kalau uang masuk besar, tapi pelayanan masih bermasalah, maka ada yang tidak beres dalam pengelolaannya. Ini tidak bisa ditutup-tutupi dengan sidak,”ujarnya.

Atas dasar itu, Sahrir secara tegas mendesak aparat penegak hukum untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana Drakel, minta agar anggaran, khususnya terkait belanja obat dan pengelolaan dana BLUD di audit secara keseluruhan.

“Kami minta Kejaksaan Negeri Halmahera Barat segera memanggil dan memeriksa Dirut RSUD, dr. Novimaryana Drakel. Ini penting untuk memastikan apakah anggaran digunakan sesuai peruntukan atau ada indikasi penyimpangan,”imbuh Sahrir.

Seraya menilai bahwa jika tidak ada langkah tegas dari aparat penegak hukum, maka kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di Halmahera Barat akan semakin menurun.

“Jangan sampai rakyat terus jadi korban. Ini soal hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kalau ada indikasi penyimpangan, harus diusut sampai tuntas,”lanjutnya.

Sahrir menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum.

“Kami tidak akan diam. Ini bukan sekadar kritik, tapi bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan uang rakyat tidak disalahgunakan,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini