Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: PT Position Lakukan Aksi Nyata Bersama Pelajar dan Pemda Haltim
Bacanesia.com,HALTIM-Sekitar seratus orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Taman Wayogula, tepat di Gerbang Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, pada Kamis pagi (12/6), untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2025. Peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menunjukkan aksi nyata dalam menghadapi krisis lingkungan, khususnya polusi sampah plastik. Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Position ini mengusung tema “Aksi Bersih Sampah Plastik dan Penanaman Bibit Pohon”.
Beragam unsur dilibatkan secara kolaboratif dalam kegiatan ini, mulai dari Pelajar Relawan Lingkungan SMKN 1 Haltim dan SMAN 5 Haltim, Komunitas Suara Faifiye, hingga institusi pemerintahan seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), BPBD Haltim, serta Pemerintah Kecamatan Kota Maba dan Pemerintah Desa. Kehadiran personel Polsek Maba Selatan dan Koramil Maba turut menambah semangat kebersamaan dalam agenda ini, Sabtu (14/6/2025).
Aksi Bersih dan Edukasi Lapangan Rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi bersih-bersih sampah plastik yang menyisir saluran irigasi sepanjang jalur dari Gerbang Pemkab Haltim menuju SMKN 1 Haltim. Sampah plastik yang menumpuk di saluran air menjadi simbol nyata dari persoalan lingkungan yang kini dihadapi secara global maupun lokal.
Selepas aksi bersih, peserta berkumpul di halaman SMKN 1 Haltim untuk mengikuti seremoni pembacaan sejarah gerakan peduli lingkungan serta kampanye oleh relawan pelajar. Para siswa yang tergabung dalam relawan lingkungan dari dua sekolah tersebut menyuarakan pentingnya kepedulian terhadap ekosistem melalui orasi dan ajakan perubahan perilaku masyarakat.
Kampanye ini kemudian dilanjutkan dengan aksi simbolis penanaman bibit pohon. Sebanyak 150 bibit pohon ditanam, terdiri dari 100 bibit pohon buah seperti mangga, rambutan, dan jambu, dan kelengkeng serta 50 bibit pohon Ketapang Kencana sebagai pohon pelindung dan peneduh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 bibit pohon buah ditanam dan dirawat langsung oleh para pelajar di pekarangan rumah masing-masing sebagai bentuk komitmen pribadi terhadap lingkungan.
Harapan dan Tantangan: Suara Pemerintah Daerah Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Halmahera Timur, Bapak Harjon Gafur S.Sos, M.PA, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dalam mengatasi persoalan lingkungan.
“Sampah plastik adalah tantangan besar yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh masyarakat. Kita memang tidak dapat mengendalikan produksi sampah dari industri secara langsung, namun kita bisa mulai dari diri kita sendiri mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dengan bijak,” tegas Harjon.
Ia juga menyoroti pentingnya merawat pohon yang ditanam dalam kegiatan ini agar menjadi warisan hidup bagi generasi mendatang. “Menanam pohon hari ini bukan sekadar kegiatan simbolik. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas udara, kesuburan tanah, dan ketahanan lingkungan,” tambahnya.
Harjon turut mengapresiasi PT Position yang telah menjadi penggerak utama kegiatan ini serta peran aktif pelajar dan komunitas lokal yang terus terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Lahirnya Relawan Lingkungan dari sekolah, kegiatan ini bukanlah gerakan yang muncul secara tiba-tiba. Sejak Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2025, PT Position telah menyelenggarakan berbagai program edukatif sebagai fondasi kegiatan ini. Salah satu program penting adalah seminar dan “watching club” bertema “Bahaya Sampah Plastik” yang diikuti oleh 50 pelajar dari SMKN 1 Haltim dan SMAN 5 Haltim.
Acara ini menghadirkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Basra Kura, sebagai narasumber utama. Dalam forum tersebut, muncul kesadaran kritis dari para pelajar mengenai dampak jangka panjang dari sampah plastik, baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan hidup. Akhirnya, para peserta mendeklarasikan diri sebagai Relawan Pelajar Lingkungan, sebuah langkah konkret yang menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam aksi lingkungan berkelanjutan.
Suara dari Generasi Muda Salah satu suara yang paling lantang dalam kampanye HLHS 2025 ini datang dari Nayla Salabisa Arsyad, pelajar SMAN 5 Haltim yang juga menjadi relawan pelajar lingkungan. Dalam orasinya, Nayla menggarisbawahi urgensi tema HLHS 2025, yaitu “Ending Plastic Pollution”.
“Plastik memang praktis dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Tapi kenyataannya, plastik adalah ancaman abadi. Mikroplastik telah ditemukan dalam makanan, air, bahkan dalam darah manusia. Ini bukan sekadar isu lingkungan, tapi sudah menjadi isu kesehatan global,”kata Nayla penuh semangat.
Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat luas untuk melakukan empat langkah penting dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menciptakan inovasi dalam kemasan ramah lingkungan, memperkuat sistem pengolahan limbah, serta mengubah perilaku konsumsi menjadi lebih sadar dan bijak.
Menabur Harapan, Menuai Kehidupan Kegiatan ini ditutup dengan refleksi bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Penanaman bibit pohon tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi titik awal untuk membangun budaya cinta lingkungan di Halmahera Timur yang berkelanjutan.
Distribusi bibit ke sekolah dan kantor instansi pemerintah menandai bahwa aksi ini tidak berhenti di satu tempat, melainkan menyebar sebagai benih harapan yang akan tumbuh dan berkembang bersama kesadaran kolektif masyarakat. HLHS 2025 di Halmahera Timur membuktikan bahwa perubahan tidak hanya datang dari kebijakan besar atau program nasional, tetapi juga dari aksi kecil yang dilakukan bersama, oleh warga biasa yang peduli dan siap menjadi agen perubahan.(*)


Tinggalkan Balasan