ANTAM Dorong Pengelolaan Plastik Berbasis Pendidikan Dan Komunitas, Dari Sampah Miliki Nilai Positif 

Am Aswad Rifa sadjidin
PENGELOLAAN: Antam berhasil menerapkan pendekatan pengelolaan sampah plastik berbasis pendidikan yang memiliki nilai positif bagi masyarakat, Halmahera Timur, Maluku Utara, Sabtu (27/12/2025) ist

Bacanesia.com,HALTIM-PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara menerapkan pendekatan pengelolaan sampah plastik berbasis pendidikan dan komunitas, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Pendekatan ini menempatkan edukasi, partisipasi, dan penciptaan nilai ekonomi sebagai fondasi utama pengelolaan limbah plastik, Sabtu (27/12/2025).

Pada tahun ini, Antam melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program pengolahan sampah plastik bersama lima sekolah di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara yang kemudian dinamai Antam Sinergi Pengolahan Sampah Plastik (SIPS).

Kelima sekolah tersebut adalah SMP Negeri 1 Maba, SMP GIMH Buli, SMP Negeri 11 Maba, SMA Negeri 1 Haltim dan SMK Pertambangan Buli. Program ini difokuskan pada pembangunan sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari pemilahan di sumber, khususnya di lingkungan sekolah, agar sampah plastik dapat dimanfaatkan secara optimal dan bernilai guna.

North Maluku, CSR & ER Bureau Head PT ANTAM Tbk. Rachmat Agung Abdillah, menyampaikan bahwa “pendekatan berbasis sekolah dipilih karena perannya yang strategis dalam membentuk perubahan perilaku jangka panjang.”

“Kami memandang pengelolaan sampah plastik bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi bagian dari ekosistem nilai. Melalui pendidikan dan keterlibatan komunitas sekolah, sampah dapat diolah menjadi media pembelajaran sekaligus memiliki nilai ekonomi sederhana yang berkelanjutan,”ujar Agung.

Seraya menambahkan, kegiatan monev dilakukan untuk memastikan sistem yang dibangun dapat dipahami, dijalankan, dan dimiliki oleh para pelaku di lapangan.

“Perubahan tidak harus dimulai dari infrastruktur besar. Sistem kecil yang tepat, berbasis pengetahuan lokal, justru mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,”tambahnya.

Melalui program ini, ANTAM menegaskan bahwa pengelolaan sampah plastik dapat menjadi peluang penciptaan nilai baru apabila didukung oleh edukasi yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap paling dasar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini