Balai Bahasa Malut Gelar Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi, Ini Manfaatnya

Arman Rasid Rifa sadjidin
Dari berbagi komunitas literasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, hadir mengikuti kegiatan yang digelar oleh Balai Bahasa Maluku Utara, Rabu (4/3/2026) Bacanesia.com.

Bacanesia.com,HALTIM-Balai Bahasa Maluku Utara menggelar kegiatan pembinaan komunitas penggerak literasi berlangsung di Aula kantor BP4D Halmahera Timur selama dua hari. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Halmahera Timur, Bustam Latawan.

Dihadiri oleh 8 komunitas penggerak literasi sebanyak 30 orang untuk mengsukseskan kegiatan yang dimaksud.

Berikut nama-nama komunitas literasi yang hadir mengikuti kegiatan.

. Pustaka Insani institute

. Galeri hati mabapura

. Kompak sehati wayamli

. Rumah baca ho Magarago Wasile Timur

. Suara faifiye

. Rumah baca waisumo

. Sekolah pesisir gotowasi

. Bibily Colective

Pembinaan komunitas penggerak literasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi dan membaca.

“Komunitas penggerak literasi dapat membantu membangun budaya literasi di masyarakat, sehingga masyarakat lebih menghargai dan menyadari pentingnya membaca,”katanya, Rabu (4/3/2026).

Budaya membaca literasi penting karena dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, sehingga kita dapat memecahkan masalah dengan lebih baik.

Ketua Panitia Balai Bahasa Maluku Utara, Insos Komboy menyampaikan, bahwa tujuan kegiatan pembinaan ini untuk meningkatkan kapasitas komunitas literasi.

Baik dalam penguatan manajemen kelembagaan kapasitas penggerak literasi, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal serta penguatan jejaring dan kolaborasi.

“Pembinaan komunitas penggerak literasi dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi masyarakat, sehingga mereka dapat memahami dan mengolah informasi dengan lebih baik,”jelasnya.

Komunitas penggerak literasi dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi, sehingga masyarakat lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran.

“Lewat komunitas penggerak literasi dapat mendukung pendidikan di sekolah dan di luar sekolah, sehingga anak-anak dan remaja dapat memiliki kemampuan literasi yang lebih luas,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini