Tenaga Medis RSUD Maba di Haltim Keluhkan Jasa BPJS 9 Bulan dan Honor

Bacanesia.com Am Aswad
Tampak dari depan RSUD Maba Halmahera Timur, Maluku Utara, Senin (14/9/2026) Bacanesia.com

Bacanesia.com,HALTIM-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dikabarkan isu tak sedap. Hak jasa pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan para tenaga medis kini dilaporkan belum dibayarkan selama sembilan bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga September 2026.

Tak hanya menunggak insentif BPJS, pihak rumah sakit milik pemerintah daerah ini juga diketahui belum mencairkan honor reguler sejumlah tenaga medis selama tiga bulan, sejak April, Mei, dan Juni tahun ini.

Dengan besaran honor sekitar Rp2 juta per bulan, total tunggakan honor murni untuk satu orang tenaga medis saja kini telah mencapai Rp6 juta. Angka tersebut belum termasuk akumulasi klaim jasa BPJS yang hingga kini nominal pastinya belum diketahui.

Keluhan ini diungkapkan langsung oleh salah seorang tenaga medis RSUD Maba yang enggan menyebut namanya. Ia membeberkan bahwa mandeknya pembayaran hak finansial ini merupakan nasib kolektif yang juga dialami oleh rekan-rekan sejawatnya yang bersentuhan langsung dengan pelayanan pasien.

“Honor saya satu bulan Rp2 juta. April, Mei, dan Juni belum dibayar. Kalau jasa BPJS, dari Januari sampai September belum dibayar,” ungkap salah satu tenaga medis, Senin (14/9/2026).

Selain persoalan finansial yang tersendat, para tenaga medis menyayangkan sikap manajemen RSUD Maba yang terkesan menutup diri. Hingga saat ini, pihak manajemen belum memberikan penjelasan terbuka maupun ruang dialog mengenai kendala internal yang sedang dihadapi rumah sakit.

“Harapan kami, jasa kami harus dibayar. Kalau memang ada kendala, kenapa kami tidak dipanggil dan rapat, tiba-tiba tidak dibayar, jadi kami tidak tahu,” keluhnya.

Seraya menambahkan, jajaran manajemen termasuk Direktur RSUD Maba, seharusnya mengedepankan komunikasi yang sehat. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan kegaduhan di internal pegawai yang selama ini tetap dituntut bekerja profesional dalam melayani masyarakat.

“Setidaknya ada rapat. Direktur rumah sakit sampaikan ada kendala apa. Tapi ini tidak ada penjelasan, jadi kami tidak tahu,”tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut terhadap Manajemen serta Direktur RSUD Maba masih dilakukan, guna mendapatkan perimbangan informasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini