Sukses Lakukan Transplantasi Terumbu Karang, PT Antam Tbk UBPN Maluku Komit Program Konservasi Bahari

Am Aswad Rifa sadjidin
PELESTARIAN: PT Antam Tbk UBPN Maluku Utara komitmen dengan keberhasilan melestarikan ekosistem laut, melalui program transplantasi terumbu karang di Halmahera Timur, Kamis (11/12/2025) ist

Bacanesia.com,HALTIM-PT Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara mencatatkan keberhasilan signifikan dalam upaya pelestarian ekosistem laut, melalui program transplantasi terumbu karang.

Berdasarkan hasil pemantauan di kawasan pesisir wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan, tingkat keberlangsungan hidup (survival rate) karang yang ditanam menunjukkan angka yang memuaskan, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan pada Selasa (9/12) kemarin, melibatkan akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan validitas data pertumbuhan dan kesehatan karang di habitat barunya.

Data pertumbuhan karang, meskipun terjadi seleksi alam di mana tidak seluruh karang yang ditanam berhasil hidup, namun dapat menujukan adaptasi terbilang cukup baik berdasarkan data baik pada mayoritas spesies.

Berikut adapun rincian hasil pemantauan terhadap jenis terumbu karang yang ditransplantasikan, diantaranya sebagai berikut.

Pertama Acropora vaughani dari 80 bibit, berhasil tumbuh 59.

Kedua Pocillopora verrucosa dari 30 bibit, berhasil tumbuh 25.

Keempat Porites cylindrica dari 55 bibit, berhasil tumbuh 44.

Kelima Acropora cerealis dari 60 bibit, berhasil tumbuh 47.

Dan keenam Acropora hyacinthus dari 75 bibit, berhasil tumbuh 35.

Environment Bureau Head PT Antam Tbk UBPN Maluku Utara, Kristian Adrianto Budi, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk melanjutkan program lingkungan isecara berkesinambungan.

“Memang jumlah terumbu karang yang hidup tidak sama persis dengan jumlah awal saat transplantasi, namun tingkat keberhasilan ini sudah sangat baik,”katanya.

“Upaya ini membuahkan hasil nyata sehingga program ini akan sustainable atau berkelanjutan di tahun 2026, bahkan sepanjang Antam masih beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur,”ujar Kristian.

Metode Spider Web Terbukti Efektif Kesuksesan transplantasi ini tidak lepas dari metode yang digunakan. Prof. Dr. Ir. Chair Rani M.Si, Kepala Laboratorium Ekologi Laut Departemen Ilmu Kelautan Unhas, yang terlibat langsung dalam pemantauan.

Dirinya menjelaskan, bahwa adaptasi dan pertumbuhan karang berlangsung cepat dan sangat baik.

“Hal ini dikarenakan media transplantasi yang digunakan berbentuk jaring laba-laba atau spider web yang berfungsi efektif sebagai penguat untuk menanam bibit karang hidup.”

“Terumbu karang yang berhasil tumbuh saat ini sudah survive dan mampu bertahan hidup meskipun kondisi laut berubah, bahkan dapat menjadi bibit (indukan) untuk perencanaan penambahan transplantasi di masa depan,”tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini