Soal Tenaga BPJS RSUD Maba Belum Dibayar, Direktur Sebut Waktu Dekat Ini Dibayarkan
Bacanesia.com,HALTIM-Persoalan pembayaran jasa tenaga medis yang bekerja melalui skema BPJS di RSUD Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kembali menjadi sorotan. Hingga September 2026, pembayaran yang disebut tertunda sejak Juni belum juga diterima para tenaga kesehatan tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Maba, dr. Calice Jackeline mengatakan persoalan pembayaran telah dibicarakan dan dikoordinasikan dengan masing-masing pihak terkait.
Menurutnya, keterlambatan tersebut berkaitan dengan mekanisme atau sistem pembayaran yang harus melalui beberapa tahapan.
“Semua sudah dibicarakan dengan masing-masing daerah. Memang karena sistemnya, jadi kami harus mengikuti sistem,”jelas Dirut, Rabu(16/9/2026).
Seraya menjelaskan, mekanisme pembayaran dilakukan secara bertahap, mulai dari BPJS, pemerintah daerah, hingga ke pihak rumah sakit.
“Jadi sistemnya memang dari BPJS ke bagian pemerintah daerah, kemudian dari pemerintah daerah ke rumah sakit. Semuanya memang sudah diadakan,”katanya.
Ia menyebut pihak rumah sakit telah memasukkan pembayaran tersebut dalam perencanaan dan akan kembali mengupayakan pencairannya pada Oktober mendatang.
“Rencananya kami sudah masukkan dan itu di Oktober kami akan berusaha lagi untuk mengusahakan bagaimana komunikasi dengan pimpinan, kemudian dengan bagian keuangan,”terangnya.
Namun, ketika ditanyakan mengenai kepastian waktu pembayaran, Calice belum memberikan tanggal pasti pencairan jasa tenaga BPJS tersebut.
Di sisi lain, persoalan keterlambatan pembayaran juga disebut tidak hanya menyangkut tenaga BPJS. Sejumlah tenaga honorer di lingkungan RSUD Maba turut mengeluhkan pembayaran honor mereka.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Calice mengatakan pihak rumah sakit terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Ini juga tetap dikondisikan. Itu semua memang sudah ada. Jadi memang semua dikoordinasikan,”pungkasnya.
Keterlambatan pembayaran tersebut menjadi perhatian karena menyangkut hak tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Kini, para tenaga medis dan tenaga honorer RSUD Maba menunggu kepastian realisasi pembayaran yang disebut akan diupayakan pada Oktober 2026.(*)

Tinggalkan Balasan